Langsung ke konten utama

Jawaban:



NO 1. 
Nilai-nilai Pancasila 
    - Nilai Dasar
    - Nilai Instrumental
    - Nilai Praksis 
       
       A. Nilai dasar
      1. Ketuhanan yang maha esa;
          yaitu bahwa Indonesia mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan bermakna bahwa masyarakat Indonesia di beri kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah tanpa adanya paksaan. 
      2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
          bernilai kemanusiaan, yaitu bahwa negara indonesia bersikap adil kepada pria maupun wanita dan berhak mendapat persamaan derajat di kehidupan bernegara. 
      3. Persatuan Indonesia;
          hampir sama dengan nilai dasar kedua dimana setiap warga negara berhak mendapat perlakuan yang seadil-adilnya.Indonesia dikenal dengan negara kepulauan yang memiliki beragam Suku, Agama, Ras, Bahasa, golongan dengan begitu kita harus menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.
      4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan/perwakilan;
          bernilai kerakyatan, Indonesia adalah negara republik yang sistem pemerintahannya demokrasi. Demokrasi yang berasal dari rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat guna mencapai mufakat memalui lembaga-lembaga perwakilan.        
         
      5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia;
          bernilai keadilan, dimana masyarakat indonesia berhak mendapat kesamaan kesejahteraan dan keadilan dalam menjalankan kehidupan bernegara.

      B. Nilai Instrumental berdasar UUD(nilai yang lebih dinamis dari nilai dasar)
       
       1. Nilai intrumental sila ke 1
           -Pasal 29 ayat 1:
            Negara berdasarkan atas ketuhanan yang maha esa.
           -Pasal 29 ayat 2:
            Negara menjamin kemerdekaan untuk memeluk agamnya masing-masing untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
       
       2. Nilai Instrumental sila ke 2
           -Pasal 26 ayat 1:
             Yang menjadi warga Negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang Bangsa lain yang disahkan dengan undangan-undangan sebagai warga negara.
           -Pasal 27 ayat 1:
             Segala warga negara bersama kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.  
           -Pasal 28:
             Kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan UU.
           -Pasal 30 ayat 1:
             Tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara.
           -Pasal 31 ayat 1:
             Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
        
       3. Nilai Instrumental sila ke 3
           -Pasal 1 ayat 1:
             Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik.
           -Pasal 32 ayat 2:
             Negara memajukan kebudayaan nasioinal Indonesiaa ditengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai budayanya.
           -Pasal 35:
             Bendera Negara Indonesia ialah sang merah putih.
           -Pasal 36:
             Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.

       4. Nilai instrumental sila ke 4
           -Pasal 1 ayat 2:
             Kedaulatan berada ditangan rakyat dan melaksanakan menurut Undang-undang Dasar
           -Pasal 2:
             Majelis permusyawarataan rakyat terdiri atas anggota dewan perwakilan rakyat dan anggota dewan perwakilan daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.
           -Pasal 3:
             Majelis permusyawaratan rakyat berwenang-wenang mengubah dan menetapkan Undang-undang Dasar
           -Pasal 4:
             Presiden republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-undang Dasar.
           -Pasal 5:
             Presiden berhak mengajukan rancangan Undang-undang kepada dewan perwakilan rakyat.
           -Pasal 7:
             Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun dan sesudah nya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk 1 kali masa jabatan.
           -Pasal 11 ayat 1:
             Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.
           -Pasal 19 ayat 1:
             Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum.
           -Pasal 28:
             Kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya di tetapkan Undang-undang

       5. Nilai instrumental sila ke 5
           -Pasal 27 ayat 1:
             Segala warga negara bersamaan kedudukan nya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
           -Pasal 34 ayat 1:
             Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
           -Pasal 34 ayat 2:
             Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

       C. Nilai Praksis Pancasila dalam kehidupan bernegara
         1. Pada sila ke 1
             -Pasal 29 ayat 1: 
  • Melaksanakan kewajiban sebagai umat beragama.
  • Percaya, taat dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
             -Pasal 29 ayat 2:
  • Menghargai pemeluk agama lain.
  • Tidak memaksakan kehendak terhadap agama dan kepercayaan lain.
         2. Pada sila ke 2
             -Pasal 26 ayat 1
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat dunia internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasana dengan bangsa lain.
             -Pasal 27 ayat 1
  • Mematuhi peraturan yang dibuat pemerintahan dan melaksanakan nya.
  • Saling mencintai sesama manusia.
  • mengembangkan sikap tenggang rasa.
  • tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. 
             -Pasal 28 
  • Berpartisipasi saat bermusyawarah
             -Pasal 30 ayat 1
  • Ikut membela negara.
  • berani membela kebenaran dan keadilan.
             -Pasal 31 ayat 1
  • Bersekolah wajib 9 tahun. 
         3. Pada sila ke 3
             -Pasal 1 ayat 1
  • Menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
  • Rela berkorban demi bangsa dan negara.
  • berbangga sebagai bagian dari Indonesia. 
            -Pasal 32 ayat 2
  • Melestarikan budaya Indonesia. 
  • Mempertahankan budaya asli Indonesia. 
            -Pasal 35
  • Memasang bendera ketika memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia.
            -Pasal 36
  • Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.
        4. Pada sila ke 4 
            -Pasal 1 ayat 2
  • Saling menghormati sesama warga negara.
            -Pasal 2
  • Melakukan pemilihan umum.
  • memilih anggota dewan dengan selektif.
            -Pasal 3
  • Perubahan Undang-undang dengan permusyawarahan bersama.
            -Pasal 4
  • Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
            -Pasal 11 ayat 1
  • Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
  • Berembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi denagn semangat kekeluargaan.
       5. Pada sila ke 5
            -Pasal 27 ayat 1
  • Setiap warga berhak dan wajib mematuhi negara.
            -Pasal 34 ayat 1 dan2
  • Menolong sesama manusia.
  • Menghargai sesama suku,agama ,ras,golongan.
  • Bersikap adil terhadap sesama.
  • melakukan pekerjaan yagn berguna bagi kepentingan umum dan bersama.
   Hubungan sosial pada nilai-nilai yang ada dalam Pancasila sudah dijelaskan pada nilai praksis, tetapi hubungan nilai-nilai tersebut dengan filsafat negara dilihat atas dasar pemikiran filosofis yang terkandung pada setiap sila yang menyebutkan bahwa Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara mengandung arti dalam aspek kehidupan,kebangsaan,kemasyarakatan,kenegaraan,kemanusiaan,kerakyatan,
,dan keadilan yang berdasarkan nilai ketuhanan.
  jadi dalam kehidupan, filosofi itu sifatnya luas, menyeluruh, dan tidak terbatas. Sehingga dalam menjalani kehidupan harus berdasar pada nilai ketuhanan, agar bisa menjadi seseorang yang rendah hati karena menganggap kehidupan hanya sementara. Sebagai  contoh, seseorang yang berilmu tetapi selalu merasa rendah hati dan selalu ingin belajar karena pada dasarnya mencari ilmu itu tidak ada batasnya.


NO 2.
    Perkembangan IPTEK di indonesia semakin cepat, sengaja atau tidak sengaja membawa budaya asing yang dapat merusak moralitas bangsa,  sehingga IPTEK tidak bisa bermanfaat untuk mencapai tujuan dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara,dan banyak yang menyalahgunakannya. dengan adanya nilai-nilai Pancasila, Perkembangan IPTEK dapat berdampak positif yang bisa memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia dan dapat mengurangi hal-hal negatif dengan begitu IPTEK hakekatnya tidak bisa bebas namun terikat oleh nilai yaitu Pancasila.

contoh:

Tanpa adanya Nilai pancasila dalam IPTEK:
Menyalahgunakan Internet seperti Melihat konten negatif di sosmed padahal internet itu digunakan untuk mencari informasi guna mempermudah manusia dalam pekerjaannya,menyebarkan berita hoaks di sosial media, Budaya asing mempengaruhi budaya asli indonesia, 

 
NO 3. 
Sebuah negara yang sangat maju  tidak akan berarti apa-apa jika warga negarnya tidak memiliki agama, karean tanpa agama manusia akan terpancing hal-hal yang dapat memecah belah persatuan,Seseorang yang tidak beragama akan mudah terhasut,mudah diperdaya,dan mudah emosi,dan mulai adanya pertikaian,percekcokan,permusuhan,
bahkan peperangan.
    Penting nya agama dalam kehidupan sangat lah komplek.
misalnya dalam bidang pendidikan,pengajaran tentang perintah dan larangan agar seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu berada jalan yang benar dengan menaati, patuh, tasamuh, qanaah serta tidak menghina,tidak saling hujat-menhujat yang mendorong terjadinya konflik.
      Agama sebagai tali perdamaian. Agama mengajarkan kita agar saling menghargai sesama manusia,mau itu dari agama,ras,suku,golongan,tetap mengutamakan persamaan derajat tapi tidak merugikan satu sama lain. Sehingga mewujudkan persatuan, kesatuan, dan Integritas sesama manusia akan selalu tercipta.
Contohnya:
-toleransi memeluk agama
-tak ada paksaan dalam memilih agama
-menghargai setiap SARA.


NO 4.
Saya bangga menjadi bagian dari Indonesia,
pengamalan saya terhadap sila ke 3, dalam konteks kecil saya selalu menjaga sikap agar tidak saling menghujat sesama teman,selalu menghargai pendapat teman, tidak mudah emosi,rasa cinta tanah air,mempunyai rasa nasionalisme misalnya mencintai produk dalam negri dan memelihara budaya asli Indonesia, dan memberi contoh yang baik kepada adik kelas.
Memperkenal Pancasila yang efektif kepada generasi muda dengan cara pengajaran pendidikan kewarganegaraan di mulai sejak kecil hingga dewasa, bahkan lebih baik setiap jenjang pendidikan selalu mengajarkan ilmu PPKn dari tk,SD,SMP,SMA,Kuliah mewajibkan pengajaran tentang Pancasila. Bisa juga memperkenalkan pancasila melalui kesenian,musik,Kebudayaan,dan sosial media.

NO 5. (CONTRA)
kasus Korupsi di indonesia sudah tidak asing lagi bagi kita, banyak pelaku korupsi yang menduduki jabatan yang tinggi mulai dari ketua rt,ketua rw,anggota DPR,DPD,bahkan termasuk juga Mentri. semua kasus korupsi terjadi akibat banyaknya peluang bagi para koruptor untuk menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang suapan dari masyarakat, Sebenarnya hukuman mati bagi korupsi tidak di berlakukan karena setiap pelaku korupsi, mereka adalah orang-orang pintar,berpendidikan dan berpengalaman. padahal mereka sebelumnya melakukan hal-hal baik untuk negara, tetapi karena banyaknya peluang korupsi membuat mereka terkena rayuan yang mengakibatkan terjadinya penyuapan dana.   Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan keadaan negara dilapangan, supaya tidak ada lagi peluang bagi para koruptor untuk melakukan penyuapan.
Guru saya juga pernah cerita. Jikalau ada peluang korupsi bagi para guru, mungkin banyak guru yang terkena rayuan.
 contohnya lain seperti maling misalnya. Semua pencurian tidak akan terjadi jika adanya peluang untuk mencuri. apalagi indvidu yang tidak  memiliki rasa malu dan tidak bertaqwa.
 Jadi kesimpulannya
        Diasarankan masyarakat untuk Ikut serta bersama pemerintah menindas tindak korupsi supaya setiap peluang korupsi tidak terjadi dan kasus korupsi diIndonesia berkurang.  


NO 6.

 

  
foto diatas mengandung rasa nasionalisme dan cinta tanah air dilakukan oleh kaka saya,yang selalu mengguanakan produk luar negeri,produk kecantikan (wardah dan viva)
  mengapa saya membuat foto ini karena masih banhyak masyarakat Indonesia yang tidak mencintai produk dalam negri.

Bahkan beberapa kali pemerintah menyerukan untuk selalu mencintai produk dalam negeri. Tapi kebanyakan orang lebih bangga membeli produk luar negeri dengan harga tinggi. Terutama yagn berkaitan dengan Fashion, padahal produk asli Indonesia pun masih banyak yang memiliki kualitas dan harganya terjangkau.

Dengan kita membeli produk dalam negeri dapat:



-Meningkatkan Pertumbahan perekonomian diIndonesia
-meningkatkan produksi dalam negeri,
-menambah skala usaha dalam negeri,
-menambah jumlah investasi diIndonesia,
-meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan,
-mengurangi angka kemiskinan dan kriminalitas,
-meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
-menambah jumlah pendapatan nasional.

jadi mari kita budayakan Cinta Produksi Dalam Negeri.



REFERENSI:

https://komunitas.bukalapak.com/s/fwyihx/apa_manfaatnya_mencintai_produk_dalam_negeri
https://jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/1945/UUDTAHUN~1945UUD.HTM
             
            
       

         
    
          

Komentar